Mendag: Impor Produk AS Tarif 0% Tidak Akan Ganggu Industri Nasional

[original_title]

Trinityordnance.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa impor produk pertanian dari Amerika Serikat (AS) dengan tarif 0 persen tidak akan mengganggu industri dalam negeri. Menurutnya, komoditas seperti kedelai, gandum, dan kapas sangat diperlukan oleh industri dan tidak diproduksi cukup di Indonesia.

Budi menyatakan bahwa kebutuhan bahan baku, terutama kedelai yang sebagian besar diimpor dari AS, penting untuk kelangsungan industri. “Jika kita tidak mempermudah, justru akan menyulitkan industri kita,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta. Penghapusan tarif ini, menurutnya, akan mempermudah akses bahan baku dan menekan biaya produksi, sehingga harga produk akhir bisa lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Jika harga bahan baku murah, harga makanan juga akan lebih terjangkau,” jelasnya. Ia menekankan bahwa komoditas seperti gandum dan kedelai sangat penting bagi industri makanan dan minuman, dan kebijakan ini adalah langkah rasional untuk menjaga pasokan serta stabilitas harga.

Dalam kerangka kesepakatan perdagangan timbal balik antara Indonesia dan AS, Indonesia memberikan fasilitas tarif nol persen untuk sejumlah komoditas pertanian. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menambahkan bahwa langkah ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat, mengingat produk turunan dari kedelai dan gandum, seperti tahu dan mi instan, tidak akan terpengaruh oleh biaya tambahan.

Dampak signifikan dari perjanjian ini adalah stabilitas harga pangan pokok yang berbasis impor, mengingat Indonesia tidak mampu memproduksi kedelai dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan industri makanan. Kebijakan ini diharapkan dapat menguntungkan semua pihak, baik produsen maupun konsumen.

Baca Juga  Pemindahan ASN ke IKN Berlanjut, Kata Kepala OIKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *