Trinityordnance.com – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengumumkan bahwa pemerintah akan mengoperasikan sejumlah bandara alternatif selama 24 jam, menyusul penutupan delapan bandara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas penumpang di tengah situasi darurat.
Bandara alternatif yang disiapkan antara lain Bandara Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani di Semarang, Bandara Juanda di Surabaya, Yogyakarta International Airport, dan Bandara Adi Soemarmo di Solo. Dudy menjelaskan bahwa kehadiran bandara alternatif ini memberi opsi kepada maskapai untuk melanjutkan operasional mereka selama kondisi di bandara yang terdampak abu vulkanik tidak memungkinkan.
Penutupan delapan bandara terdampak melibatkan Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, dan Bandara Radin Inten II di Lampung, serta beberapa bandara lainnya. Penutupan ini dijadwalkan hingga Minggu pukul 23.59 WIB. Maskapai diberi keleluasaan untuk menentukan penggunaan bandara alternatif sesuai kebutuhan operasional dan jadwal penerbangan.
Selain itu, Kementerian Perhubungan, bersama InJourney Airports, juga menyiapkan layanan transportasi darat secara gratis bagi penumpang yang penerbangannya dialihkan ke bandara alternatif. Transportasi ini termasuk kereta api dan bus yang memudahkan pergerakan penumpang.
Dudy juga menegaskan tidak ada biaya tambahan untuk pelayanan transportasi menuju bandara alternatif. Keputusan untuk menggunakan bandara alternatif berada di tangan masing-masing maskapai, sementara penumpang memiliki pilihan untuk melanjutkan perjalanan atau membatalkan penerbangan. Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap mobilitas masyarakat tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek keselamatan penerbangan. Koordinasi intensif antara semua pemangku kepentingan akan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran layanan penerbangan.