Trinityordnance.com – Perbaikan fasilitas transportasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi sedang dilakukan secara bertahap. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa berbagai infrastruktur, termasuk bandara, terminal, dan pelabuhan, mengalami kerusakan. Namun, tingkat kerusakan tersebut dianggap tidak parah dan saat ini proses perbaikan sudah berjalan.
Menhub Dudy menjelaskan saat ditemui di Jakarta pada Jumat (28/8) bahwa fokus perbaikan terletak pada bagian infrastruktur yang retak dan tertimbun puing. Ini bertujuan untuk segera memulihkan layanan publik dan mendukung aktivitas masyarakat yang terdampak gempa. Pemerintah berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar proses pemulihan berlangsung cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Dudy menyatakan bahwa meskipun ada kerusakan di beberapa fasilitas, arus logistik di NTT tetap berjalan lancar. Hambatan distribusi sempat terjadi di beberapa jalur darat akibat longsoran yang menutup akses. Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan mendorong penggunaan jalur laut agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Kondisi Pulau Flores sebagai wilayah kepulauan memungkinkan distribusi logistik dialihkan melalui transportasi laut, memastikan pasokan tetap terjaga. Dudy menekankan pentingnya perbaikan fasilitas transportasi untuk mempertahankan konektivitas dan mobilitas masyarakat serta mendukung distribusi bantuan pasca bencana. Hal ini menjadi langkah krusial dalam pemulihan wilayah yang terkena dampak gempa.