Trinityordnance.com – Kementerian Perhubungan mengonfirmasi telah melakukan percepatan evakuasi setelah insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada malam hari, Senin (27/4). Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan bahwa keselamatan korban menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi yang sedang berlangsung.
Dudy menyatakan bahwa kementerian akan terus melakukan pendataan jumlah korban yang terdampak serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan semua proses berjalan dengan baik. Ia sendiri mengunjungi lokasi insiden untuk memastikan kelancaran evakuasi.
Akibat kecelakaan ini, laporan sementara menunjukkan empat penumpang KRL tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Dudy menekankan pentingnya investigasi untuk memahami penyebab dari insiden tersebut dan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam mendalami kasus ini.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas kejadian tersebut. KAI mengonfirmasi bahwa upaya saat ini difokuskan pada evakuasi penumpang serta penanganan korban di lokasi insiden.
Dari informasi yang didapat, KRL Commuter Line berhenti di Stasiun Bekasi Timur ketika tabrakan terjadi. KA Argo Bromo Anggrek dituduh melaju dari arah barat di jalur yang sama ketika menabrak KRL. Kementerian Perhubungan dan KAI menjanjikan akan memberikan informasi lebih lanjut sesuai dengan perkembangan situasi di lapangan.