Trinityordnance.com – Kecerdasan buatan (AI) dan ekonomi digital diakui sebagai mesin pertumbuhan baru yang diharapkan dapat mendukung target pembangunan nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan hal ini dalam acara AI Impact Summit: Sovereign AI for Indonesia 2045, yang berlangsung di Bali Tech Week, Denpasar, Bali, pada hari Rabu.
Dalam sambutannya, Airlangga menekankan bahwa di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan 5,29 persen pada kuartal kedua dan 5,45 persen pada semester pertama tahun 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027, dengan harapan meningkat hingga 8 persen pada tahun 2029.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan pilar pertumbuhan baru yang fokus pada investasi, produktivitas, serta penguasaan teknologi. Proyeksi Goldman Sachs menunjukkan bahwa investasi dalam AI global akan melampaui 1 triliun dolar AS pada tahun 2026, sementara nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai 100–140 miliar dolar AS tahun ini.
Airlangga menekankan pentingnya strategi yang berdampak nyata pada sektor riil dan masyarakat, sehingga AI diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, daya saing industri, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Kebijakan pemerintah juga diarahkan untuk mendemokratisasi teknologi, serta melindungi hak-hak ekonomi warga negara.
Empat prioritas utama telah disiapkan untuk mendukung transformasi digital di Indonesia, termasuk penguatan infrastruktur digital dan penyiapan talenta digital. Di samping itu, sektor semikonduktor juga menjadi fokus, dengan program pelatihan bagi insinyur perancang cip.
Pada akhirnya, Airlangga berharap langkah-langkah ini dapat mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pertumbuhan berbasis AI yang memberikan layanan lebih baik dan peluang kerja yang lebih luas.