Menteri Agama Sampaikan Empat Pesan Penting MTQ Nasional XXXI

[original_title]

Trinityordnance.com – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, menyisakan empat pesan penting untuk pengembangan MTQ di Indonesia. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan pentingnya menjadikan MTQ sebagai ekosistem pembelajaran dan peradaban Al Quran, bukan sekadar ajang perlombaan. Ia menekankan pembinaan bagi qori, hafiz, mufasir, penulis, dan kaligrafer harus berkelanjutan setelah MTQ berakhir.

Menteri Agama mendorong pemerintah daerah dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) untuk menyusun program pembinaan yang terencana, demi menjangkau kalangan yang lebih luas. “MTQ Nasional merupakan bagian dari kebudayaan yang khas Indonesia, tidak ada negara lain yang menyelenggarakan perhelatan Al Quran dengan cara ini,” ujarnya dalam acara penutupan, Sabtu lalu.

Pesan kedua yang disampaikan adalah perlunya menjadikan MTQ lebih inklusif, terutama bagi penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya memperluas akses melalui mushaf Al Quran isyarat dan penyediaan tenaga pengajar serta fasilitas yang ramah disabilitas agar tidak ada yang kehilangan kesempatan belajar Al Quran.

Pesan ketiga menyoroti pentingnya adaptasi MTQ terhadap perkembangan teknologi. Penggunaan teknologi diharapkan dapat memperluas pendidikan dan dakwah serta mempercepat akses pada pengetahuan keislaman yang otoritatif.

Terakhir, MTQ juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Kehadiran ribuan peserta dan pengunjung diperkirakan mendatangkan perputaran uang mencapai Rp1,2 triliun, yang berdampak positif bagi sektor perhotelan, perdagangan, dan industri kreatif di daerah. Hal ini menunjukkan bahwa syiar Al Quran sejalan dengan pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Kebocoran Pipa Minyak Diduga Akibat Gempa, Kata Presdir Vale

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *