Operasi Water Bombing Karhutla Bromo Dihentikan Karena Cuaca

[original_title]

Trinityordnance.com – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo dengan metode water bombing terpaksa dihentikan lebih awal pada 13 Agustus 2023. Hal ini disebabkan oleh kendala cuaca yang tidak mendukung, seperti yang disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Subroto, di Surabaya.

Gatot menjelaskan bahwa meskipun operasi air dari helikopter dihentikan, tim gabungan tetap fokus merencanakan strategi efisien untuk pemadaman. Mereka berharap dapat memaksimalkan waktu pemadaman pada keesokan harinya. Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas pemadaman sebelum kondisi cuaca dan angin berubah drastis di siang hari.

Gatot menekankan pentingnya koordinasi antara berbagai unsur, termasuk tim helikopter, operator drone, meteorologi, dan personel darat guna memastikan keselamatan saat operasi berlangsung. Selain itu, jadwal penerbangan drone dan informasi akurat tentang area terdampak juga harus disampaikan sebelum operasi dimulai.

Luas area yang terdampak kebakaran saat ini mencapai sekitar 1.120,3 hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi Pohon Cemara Gunung, Mentigen, Akasia, dan semak belukar. Selama proses pemadaman, BPBD mencatat tidak ada korban jiwa. Upaya pengendalian api terus dilakukan secara intensif melalui koordinasi antara BPBD Provinsi Jawa Timur dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, serta BPBD dari beberapa kabupaten.

Tim juga menggunakan berbagai metode dalam menyisir area terbakar, termasuk teknik manual dan mekanis, seperti gepyok dan penggunaan kendaraan pemadam kebakaran. Hari itu, tiga unit helikopter dikerahkan ke titik-titik prioritas, termasuk di area Seruni Bromo dan Bukit Kingkong, untuk mendukung upaya pemadaman lebih lanjut.

Baca Juga  Pelangi di Mars, Film Sci-Fi Anak Indonesia Tayang 18 Maret 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *