Trinityordnance.com – Risiko kesehatan yang mengancam keselamatan ibu hamil di Amerika Serikat kini tidak hanya berasal dari masalah medis tradisional. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa overdosis obat, kekerasan, dan bunuh diri merupakan penyebab utama kematian ibu. Penelitian ini, yang dipimpin oleh Hooman Azad dari Columbia University Irving Medical Center, melacak data dari tahun 2018 hingga 2023 dan menemukan bahwa angka kematian akibat overdosis menduduki posisi teratas.
Dalam analisisnya, Azad dan timnya menunjukkan bahwa overdosis menyumbang 1.152 kematian, dengan tingkat kejadian sekitar 5,2 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara itu, kekerasan menyumbang 866 kematian, dengan banyak kasus yang melibatkan senjata api. Data ini mengindikasikan bahwa risiko yang berkaitan dengan penyalahgunaan zat dan kekerasan dalam rumah tangga sering terabaikan dalam laporan kesehatan.
Definisi federal mengenai “kematian ibu” yang hanya memasukkan peristiwa yang terjadi dalam 42 hari setelah kehamilan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kurangnya perhatian terhadap isu ini. Isu-isu seperti penyalahgunaan zat dan kekerasan kerap kali tidak dimasukkan dalam prioritas medis, sementara dren-perdaran dokter lebih fokus pada pendarahan hebat.
Studi ini juga menyoroti kesenjangan ras dan usia. Perempuan kulit hitam non-Hispanik lebih sering menjadi korban kekerasan, sedangkan overdosis dan bunuh diri lebih umum terjadi di kalangan perempuan kulit putih non-Hispanik. Menariknya, lebih dari separuh kematian akibat overdosis dan kekerasan terjadi sebelum bayi lahir, memberikan peluang bagi penyedia layanan kesehatan untuk lebih aktif dalam mendeteksi masalah ini selama kunjungan prenatal.
Azad menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam merespons masalah ini, termasuk rujukan ke layanan kesehatan mental dan sosial. “Sudah saatnya kita memperluas fokus kita untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa ibu,” ujarnya.