Pemkab Nabire Alokasikan Rp350 Juta untuk Batik Papua

[original_title]

Trinityordnance.com – Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, baru-baru ini menyalurkan bantuan peralatan senilai sekitar Rp350 juta guna mendukung pengembangan usaha batik Papua. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan pelaku usaha lokal yang didanai melalui Otonomi Khusus (Otsus).

Kepala Bidang Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Aneka Dinas Perindustrian Nabire, Jenie YR Kawer, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut ditujukan kepada Elisabeth Ayer, seorang perajin batik dari komunitas Orang Asli Papua (OAP) yang konsisten dalam pengembangan produk batik. Bantuan ini mencakup mesin pres batik besar, mesin pres terpisah, dan perlengkapan membatik, seperti kain, malam, dan alat cetak motif.

Dinas Perindustrian sebelumnya juga telah memberikan mesin jahit dan mesin jahit bordir untuk mendukung usaha Elisabeth. Sebelum menerima bantuan ini, pelaku usaha telah melalui serangkaian pelatihan. Dinas Perindustrian terus melakukan pemantauan untuk memastikan bahwa bantuan digunakan secara efektif dan usaha yang dijalankan tetap berkelanjutan.

Usaha batik yang dijalankan Elisabeth dinilai menunjukkan potensi yang baik, dengan produk-produk yang sudah dipasarkan di toko batik di Nabire. Elisabeth, yang mengawali kariernya dengan membuat pakaian dari kulit kayu, kini telah mengembangkan usahanya menjadi batik berkat ketekunan dan dukungannya dari pemerintah. Dengan harapan bahwa motif batik khas Nabire dapat berkembang, diharapkan produk ini akan menjadi simbol identitas daerah serta digunakan sebagai seragam di sekolah atau kantor di masa mendatang.

Dinas Perindustrian optimis bahwa dukungan pemerintah melalui Otsus akan meningkatkan kemampuan perajin lokal serta memperluas peluang ekonomi berbasis budaya Papua.

Baca Juga  DPR Minta BGN Pemetaan Cakupan MBG di Wilayah 3T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *