Trinityordnance.com – Pemerintah Provinsi Bali optimis dapat mencapai target nol emisi karbon (net zero emission) sebelum tahun 2045. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan keyakinannya dalam acara Pekan Iklim Bali 2026 yang berlangsung di Denpasar, Selasa. Koster menilai, pencapaian ini mungkin bisa diraih sudah pada tahun 2040.
Keyakinan tersebut muncul setelah Pemprov Bali menjalin kesepakatan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN untuk menghentikan pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton di Jawa Timur. Bali berencana beralih sepenuhnya ke energi bersih dengan membangun pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas total 1.550 megawatt, dimulai tahun ini hingga 2031. Selain itu, pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan ditingkatkan secara signifikan.
Koster menegaskan bahwa seluruh pembangkit listrik berbahan bakar fosil, seperti batu bara dan diesel, akan dihentikan secara bertahap dalam waktu lima tahun. Dengan demikian, Bali akan menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan.
Tidak hanya di sektor kelistrikan, Koster juga mendorong adopsi kendaraan listrik untuk mengurangi emisi secara drastis. Ia mengungkapkan bahwa dengan mempercepat penggunaan kendaraan listrik, emisi dari batu bara dan minyak dapat berkurang hingga 90 persen.
Suzanty Sitorus, dari Koalisi Bali Emisi Nol Bersih, menilai target pencapaian nol emisi bersih ini sangat mungkin tercapai, terutama di tengah lonjakan harga bensin yang mendorong masyarakat beralih ke kendaraan listrik. Karakteristik geografis Bali yang mendukung pembangunan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik juga menjadi faktor kunci.
Dengan langkah-langkah ini, Bali berharap dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal transisi energi dan pengurangan emisi karbon.