Perwatusi Ingatkan Bahaya Osteoporosis sebagai Penyakit Tersembunyi

[original_title]

Trinityordnance.com – Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) mengingatkan masyarakat akan bahaya keropos tulang atau osteoporosis, yang sering kali tidak terdeteksi karena berkembang tanpa gejala. Dokter spesialis ortopedi, Lusiana S Yulianti, dalam konferensi pers Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2026 di Bandung, pada hari Sabtu, mengungkapkan bahwa osteoporosis biasanya dikenali saat penderita mengalami patah tulang mendadak, yang muncul setelah penurunan kepadatan mineral tulang atau osteopenia.

Lusiana, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Perwatusi Kota Cirebon, menekankan bahwa wanita memiliki risiko lebih tinggi terhadap osteoporosis. Sebanyak satu dari lima perempuan berusia 50 tahun ke atas dan satu dari tujuh laki-laki berpotensi mengalami penyakit ini. Hal ini disebabkan oleh penurunan hormonnya estrogen setelah masa menopause. Ia juga mengingatkan pentingnya asupan kalsium dan aktivitas fisik untuk membangun tulang sejak usia muda.

Ketua Umum DPP Perwatusi, Anita A Hutagalung, menekankan bahwa pencegahan dini adalah kunci untuk mempertahankan kemandirian fisik di masa tua. Anita menjelaskan bahwa gerakan sosialisasi digital Perwatusi, termasuk senam virtual, telah menjangkau 925 episode dengan peserta dari berbagai daerah, termasuk luar negeri. Tahun 2026, Perwatusi menargetkan pencetakan 500 instruktur terlatih untuk membantu menyebarkan informasi.

Selain itu, HON 2026 akan diadakan pada hari Minggu, 25 Oktober, di Bale Rame, Kabupaten Bandung, dengan estimasi kehadiran sekitar 3.000 orang. Kegiatan tersebut akan mencakup senam tulang sehat dan edukasi medis interaktif. Penasihat Khusus Presiden, Purnomo Yusgiantoro, juga dijadwalkan hadir untuk mendukung kampanye kesehatan tulang yang berkelanjutan.

Baca Juga  IHSG Menguat Sambil Menanti Data Pertumbuhan Ekonomi RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *