Produksi dan Stok Beras Meningkat pada Era Prabowo-Gibran

[original_title]

Trinityordnance.com – Peningkatan produksi dan cadangan beras menjadi prestasi signifikan yang dicapai selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Namun, meskipun produksi beras mengalami kenaikan, masalah keterjangkauan harga pangan bagi konsumen dan kesejahteraan petani masih perlu perhatian lebih.

Peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Eliza Mardian, menilai bahwa produksi beras nasional pada tahun 2025 meningkat sebesar 13,29 persen dari 30,62 juta ton pada 2024 menjadi 34,69 juta ton. Cadangan beras pemerintah (CBP) juga naik dari sekitar dua juta ton pada awal tahun menjadi 4,5 juta ton pada Oktober 2026. Hal ini sejalan dengan pengadaan gabah dan beras oleh Bulog yang mencapai 4,11 juta ton, melampaui target empat juta ton.

Eliza menambahkan bahwa penyerapan produk dalam negeri oleh Bulog berpadu dengan harga pembelian pemerintah yang menguntungkan petani. Meskipun demikian, peningkatan produksi tidak serta merta menjamin harga beras yang terjangkau di pasar, terutama di daerah-daerah yang mengalami kekurangan pasokan.

Ia mencatat bahwa meski nilai tukar petani mencapai angka positif pada September 2026, hal ini tidak selalu mencerminkan peningkatan kesejahteraan secara merata di seluruh subsektor. Tantangan lain, seperti distribusi yang tidak efisien dan infrastruktur yang belum memadai, masih menjadi hambatan.

Akhirnya, Eliza menyarankan agar kebijakan pertanian lebih berfokus pada keberlanjutan dan pengelolaan cadangan pangan sesuai kebutuhan wilayah. Dalam menghadapi ancaman perubahan cuaca, prioritas kebijakan perlu diarahkan pada peningkatan efisiensi rantai pasok dan produktivitas agar dapat memberikan dampak positif bagi petani dan konsumen.

Baca Juga  Warteg Di Jakarta Tertekan, Desak Pemprov Tinjau Aturan KTR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *