Trinityordnance.com – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi tantangan bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya dalam mengakses layanan kesehatan. Pemerintah telah menetapkan cuti bersama dari 18 hingga 24 Maret 2026, berimbas pada tutupnya banyak puskesmas, yang merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam sistem BPJS Kesehatan.
Salah satu warga, P, berusia 38 tahun dari Cihanjuang, Kabupaten Bandung Barat, mengalami kesulitan saat mencari puskesmas untuk mengobati putrinya yang sakit cacar air. Ia menjelaskan bahwa meskipun alamat KTP-nya berada di Kota Bandung dan puskesmas terdekat, Puskesmas Sarijadi, tidak jauh dari rumahnya, ternyata tutup saat ia berusaha datang. Puskesmas Ciwaruga yang juga ia datangi di KBB pun mengalami masalah serupa, sehingga ia terpaksa memutuskan untuk membawa putrinya berobat ke klinik swasta dengan biaya lebih tinggi.
Dari penelusuran, Puskesmas Sarijadi dan Puskesmas Ciwaruga memang dipastikan tutup selama periode cuti bersama, sesuai informasi dari petugas keamanan setempat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan pentingnya puskesmas beroperasi walaupun dalam masa mudik, dan telah meminta kepada para bupati dan wali kota untuk menjaga layanan kesehatan tetap tersedia.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, menambahkan bahwa meski terdapat instruksi dari Kementerian Kesehatan setiap tahun untuk tetap operasional selama masa mudik, penerapan di masing-masing daerah tetap bergantung pada lokasi puskesmas. Puskesmas di jalur mudik dan wisata diharapkan tetap buka, sedangkan puskesmas di luar area tersebut mungkin tidak dapat beroperasi, dan masyarakat diminta mencari fasilitas kesehatan lain.