Rekor Stok Beras Capai 4,56 Juta Ton di Era Prabowo

[original_title]

Trinityordnance.com – Pemerintah Indonesia mencatat rekor baru stok beras nasional mencapai 4,56 juta ton pada bulan Oktober 2026. Pencapaian ini dikategorikan sebagai yang tertinggi dalam sejarah, bahkan pernah mencapai 5,7 juta ton sebelumnya. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan hal ini dalam sesi Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada 22 Oktober 2026.

Amran menegaskan bahwa ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi yang sangat aman hingga Juli 2027, didukung oleh cadangan pangan yang memadai dan potensi panen padi di lahan yang dapat menghasilkan hingga 10 juta ton. Di samping itu, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dengan menyesuaikan harga pupuk yang dipangkas sebesar 20 persen, serta meningkatkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah.

Lebih lanjut, sektor agrikultur menunjukkan pertumbuhan positif, dengan Produk Domestik Bruto (PDB) pertanian tumbuh sebesar 5,74 persen dan nilai ekspor pangan melonjak hingga Rp166 triliun, disertai penurunan tren impor pangan. Dalam upaya jangka panjang, Kementerian Pertanian bersama Kementerian Pertahanan dan TNI merencanakan pengembangan lahan mineral seluas dua juta hektare, yang akan dimulai dengan penggarapan 500 ribu hektare.

Namun, pemerintah juga menghadapi tantangan terkait stabilitas harga, khususnya pada komoditas daging ayam dan telur, yang mengalami anomali harga. Amran menyebutkan perlunya penegakan hukum terhadap aktivitas yang menyimpang dalam perdagangan pangan dan perlindungan konsumen, terutama terkait penjualan beras premium fortifikasi yang harganya melonjak hingga Rp56.000 per kilogram. Kementerian Pertanian berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk penyimpangan dalam tata niaga pangan demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga  PSM dan Persib Bandung Berjuang Raih Kemenangan untuk Gelar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *