Trinityordnance.com – Pembangunan Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia menjadi fokus utama dalam 2nd Borneo Economic Forum (BEF) 2026 yang diselenggarakan pada 7–8 Oktober 2026 di Kuching, Sarawak, Malaysia. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Rachmat Pambudy, bersama Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menjelaskan visi ini dalam upaya memperluas pertumbuhan ekonomi di luar Pulau Jawa dan Sumatera.
Dalam forum tersebut, Rachmat Pambudy menggarisbawahi pentingnya investasi dalam enam klaster strategis, termasuk teknologi bersih, farmasi, dan ekowisata. Ia juga menekankan perlunya konektivitas dan penguatan infrastruktur, seperti penyelesaian Jalan Trans-Kalimantan dan pengembangan jaringan transportasi untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif.
Pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan mitigasi banjir juga menjadi sorotan, dengan rencana penerapan sistem peringatan dini dan perencanaan berbasis risiko. Sementara itu, Basuki Hadimuljono menyatakan pembangunan IKN berjalan sesuai rencana dan memasuki tahap kedua dengan target menjadi ibu kota politik pada 2028.
Forum ini dihadiri oleh pejabat pemerintah, pemimpin bisnis, dan stakeholder dari Indonesia, Sarawak, Sabah, serta negara-negara tetangga, bertujuan untuk membahas peluang investasi dan integrasi ekonomi. Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Abdul Rahman Zohari Tun Datuk Abang Openg, membuka forum yang menghadirkan berbagai narasumber dari berbagai latar belakang untuk membahas isu konektivitas, digitalisasi, dan transisi energi di kawasan Borneo.
Dengan konsep pengembangan seperti ‘forest city’ dan ‘smart city’, pemerintah Indonesia berharap dapat menarik lebih banyak investasi dari sektor swasta dan mitra regional demi mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hingga 2045.