Trinityordnance.com – Militer Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap 147 lokasi di Ukraina, yang sebagian besar merupakan situs militer. Penembakan ini diklaim oleh Kementerian Pertahanan Rusia sebagai respon atas serangan masif yang dilancarkan oleh Kyiv sehari sebelumnya.
Pada Rabu, pasukan Ukraina melakukan serangan menggunakan ratusan drone, rudal HIMARS, dan bom luncur yang menargetkan infrastruktur sipil di beberapa wilayah Rusia. Meskipun Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa sebagian besar proyektil Ukraina berhasil dicegat, dampak dari serangan tersebut tetap terasa. Gubernur Wilayah Belgorod, Vyacheslav Gladkov, melaporkan bahwa enam warga sipil, termasuk seorang wanita, mengalami luka-luka akibat pecahan peluru dan gelombang ledakan dari serangan tersebut.
Serangan oleh militer Rusia melibatkan berbagai sistem senjata canggih, baik yang berbasis udara maupun darat, termasuk kendaraan udara tak berawak. Fokus utama serangan diketahui adalah fasilitas produksi dan penyimpanan drone serta infrastruktur yang memiliki peran penting dalam operasi militer Ukraina.
Menurut informasi yang disampaikan, lokasi yang menjadi sasaran pengeboman termasuk lapangan terbang dan basis-basis militer, serta kamp-kamp yang diduga dihuni oleh tentara bayaran asing. Dengan terus meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut, langkah kedua negara menunjukkan eskalasi yang signifikan dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Kerugian serta dampak kemanusiaan akibat serangan ini tentu menjadi perhatian, di saat masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik pun turut terkena imbas. Langkah selanjutnya dari kedua belah pihak masih menunggu respons, sementara situasi terus berkembang.