Sekjen PBB Kutuk Serangan Bandara Riyadh yang Korbankan Warga Sipil

[original_title]

Trinityordnance.com – Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengecam serangan yang dilakukan oleh kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu. Serangan tersebut menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Dalam pernyataannya di platform X, Guterres mengungkapkan rasa terkejutnya atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa serangan yang menargetkan warga sipil serta infrastruktur sipil adalah pelanggaran terhadap hukum internasional.

Otoritas penerbangan sipil Saudi melaporkan bahwa di antara korban tewas terdapat empat warga Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga dari Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan. Saat ini, para korban luka tengah menjalani perawatan di rumah sakit, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Setelah serangan, operasional Bandara Internasional King Khalid dihentikan sementara untuk menilai kerusakan dan memastikan keamanan fasilitas. Penutupan ini mengganggu penerbangan dari dan menuju Riyadh, sehingga pihak maskapai mengingatkan penumpang untuk memeriksa informasi terbaru mengenai penerbangan mereka. Kuwait Airways, salah satu maskapai yang terpengaruh, mengkonfirmasi telah membatalkan penerbangan ke Riyadh pada hari yang sama karena penutupan bandara.

Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, di mana kelompok Houthi telah meluncurkan beberapa serangan rudal dan drone terhadap bandara serta fasilitas lain di Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Guterres mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menghentikan serangan yang berpotensi menyebabkan lebih banyak korban sipil dan kerusakan lebih lanjut pada infrastruktur sipil.

Baca Juga  Indonesia Mulai Proyek Pembangunan Dua Kapal Selam Scorpène

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *