Trinityordnance.com – Perum Bulog Wilayah Kalimantan Barat telah mencapai realisasi penyerapan beras sebesar 100 persen dari target 5.100 ton per 26 Agustus 2026. Kabupaten Sambas mencatat kontribusi terbesar dalam pencapaian ini, dengan hampir 90 persen dari total penyerapan beras. Rasiwan, Kepala Perum Bulog Wilayah Kalimantan Barat, mengungkapkan bahwa keberadaan satuan kerja Bulog di Sambas sangat mendukung pencapaian ini.
Dalam rapat evaluasi di Bengkayang, Rasiwan menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan komitmen Bulog untuk menyerap hasil pertanian petani di wilayah Kalimantan Barat. Meskipun target sudah tercapai, Bulog akan terus melanjutkan penyerapan untuk memanfaatkan potensi panen yang ada pada semester kedua tahun ini.
Rasiwan menjelaskan bahwa penyerapan beras penting untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tetap sesuai dengan ketentuan, yaitu Rp6.500 per kilogram. Ia menambahkan bahwa kondisi cuaca, terutama musim kemarau, berpengaruh pada produktivitas padi. Beberapa daerah yang bergantung pada curah hujan mengalami kesulitan dalam penanaman, tetapi daerah dengan irigasi teknis masih memiliki kesempatan untuk menghasilkan padi.
Dia menegaskan bahwa Bulog akan terus berkomitmen dalam penyerapan hasil pertanian dari seluruh daerah, demi menjaga kestabilan pasar dan memberikan kepastian bagi petani. Dalam mekanisme pembelian pemerintah, harga gabah kering panen (GKP) dan jagung pipilan kering ditetapkan masing-masing sebesar Rp6.500 per kilogram. Dengan langkah ini, Bulog berharap dapat menjamin kesejahteraan petani di Kalimantan Barat, meskipun tantangan cuaca masih dihadapi.