Trinityordnance.com – SKK Migas mengintensifkan pengawasan terhadap INPEX Masela Ltd untuk memastikan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam operasional Blok Masela di Ambon, Maluku. Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu, 21 Oktober, Kepala Departemen Sekuriti SKK Migas, M Indarto Wibowo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil berkaitan dengan potensi gangguan yang dapat muncul dari dinamika sosial dan adat di wilayah tersebut.
Menurut hasil Social Risk Assessment (SRA) yang dilakukan, masalah utama di lapangan gas abadi ini bukan hanya ancaman fisik, melainkan juga berkaitan dengan ekspektasi ekonomi masyarakat. SKK Migas menegaskan pentingnya dialog berkala dengan tokoh adat, nelayan, dan pemerintah desa guna menjamin transparansi dan akuntabilitas dalam proses ini.
SKK Migas juga menjelaskan bahwa pengawasan ini tidak hanya untuk menjaga keamanan fasilitas proyek, tetapi juga untuk membangun kepercayaan publik. Dalam model pengamanan terpadu ini, SKK Migas bertindak sebagai pengawas, sementara INPEX bertanggung jawab untuk memetakan risiko operasional dan rencana mitigasi, berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan daerah termasuk TNI AL dan Polri.
Blok Masela, yang terletak di Laut Arafura, mencakup Lapangan Gas Abadi dan dioperasikan oleh INPEX Masela Ltd bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn Bhd. Proyek ini memiliki nilai investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS dan direncanakan mampu memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, serta diharapkan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2029. Dengan skala besar ini, diharapkan dapat memberikan peluang ekonomi, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal yang memenuhi kebutuhan industri migas.