Sumpah IRGC Balas Dendam Serangan AS-Israel, Korban Sipil Meningkat

[original_title]

Trinityordnance.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengecam serangan udara yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh televisi pemerintah pada 3 Maret 2026, IRGC menegaskan akan membalas setiap serangan yang ditujukan pada fasilitas militer dan sipil di Iran. Mereka menekankan bahwa perang melawan kedua negara tersebut tidak akan berhenti, seiring dengan meningkatnya jumlah korban sipil.

IRGC menuduh koalisi AS-Israel telah dengan sengaja menargetkan infrastruktur sipil untuk menciptakan kepanikan di masyarakat Iran. Dalam laporan terbaru, lebih dari 700 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan tersebut, termasuk insiden di mana sebuah keluarga tewas setelah rudal Tomahawk menghantam rumah mereka di Oshnavieh. Kasus serupa juga terjadi di Salman dan Urmia, di mana beberapa individu kehilangan nyawa akibat serangan yang mengenai kendaraan dan bangunan.

Ketegangan ini semakin memuncak setelah serangan besar-besaran pada 28 Februari 2026, yang berdampak pada kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut ditujukan langsung ke wilayah Teheran dan menandai fase baru dalam konflik tersebut. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.

Pengamat internasional mengingatkan bahwa sikap keras IRGC dapat berujung pada perang terbuka yang lebih luas. Hingga saat ini, Gedung Putih dan Tel Aviv belum memberikan tanggapan terkait laporan tentang korba sipil yang dikeluarkan oleh Teheran. Sementara itu, ketegangan antara Iran dan kedua negara tersebut tetap memanas, menciptakan kekhawatiran di kalangan masyarakat internasional.

Baca Juga  PT KAI Daop 8 Surabaya Tangani Korban dan Pastikan Perlindungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *