Trinityordnance.com – Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat telah berhasil mengendalikan Iran. Meski demikian, pemerintah AS masih meminta dukungan China untuk menekan Tehran agar segera mengakhiri konflik yang terjadi antara Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Trump sebelum pertemuan KTT AS-China yang dimulai pada Kamis, 14 Mei 2026, di Beijing.
Di hadapan wartawan, Trump mengurangi fokus pembicaraan mengenai perang dengan Iran saat bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Ia menyatakan bahwa isu Iran bukanlah topik utama dalam diskusi tersebut, mengingat AS sudah merasa mengendalikan situasi di negara tersebut. “Kami memiliki banyak hal untuk dibahas. Sejujurnya, saya tidak akan mengatakan Iran adalah salah satunya, karena kami sangat mengendalikan Iran,” ungkap Trump.
Namun, situasi berbeda disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Ia menekankan bahwa AS berharap China dapat mengambil peran lebih aktif dalam mendesak Iran untuk menghentikan tindakan yang memicu ketegangan di Teluk Persia. Dalam wawancaranya dengan Fox News, Rubio menyatakan harapan agar China dapat berkontribusi dalam menyelesaikan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Sejumlah analis, seperti Jim Lewis dari Center for European Policy Analysis, memprediksi bahwa KTT antara Trump dan Xi Jinping tidak akan menghasilkan terobosan signifikan dalam penyelesaian perang yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran. Dengan dinamika yang kompleks di kawasan tersebut, perhatian global tertuju pada hasil dari pertemuan ini dan potensi dampaknya terhadap stabilitas Timur Tengah.