Trinityordnance.com – WALHI Jawa Barat telah mengungkapkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kabupaten Bandung terkait serangkaian bencana banjir dan longsor yang melanda daerah itu. Bencana ini terjadi dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan kerusakan yang signifikan dan mengancam keselamatan warga.
Menurut laporan dari WALHI, bencana alam tersebut bukan hanya akibat faktor cuaca, tetapi juga disebabkan oleh kurangnya perhatian pemerintah dalam menangani masalah penggunaan lahan dan pengelolaan lingkungan. Endang Susilawati, perwakilan WALHI, menyatakan bahwa tindakan penebangan hutan dan pembangunan infrastruktur yang tidak berkelanjutan telah menyebabkan kerusakan ekosistem yang berujung pada meningkatnya risiko bencana.
WALHI juga menunjukkan bahwa pemkab belum menerapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan untuk mengurangi dampak bencana di wilayah yang rawan. Aktivitas ilegal seperti penambangan dan perambahan hutan semakin memperburuk kondisi lingkungan, menjadikan daerah tersebut rentan terhadap banjir dan longsor.
Sementara itu, pihak Pemerintah Kabupaten Bandung mengakui adanya peningkatan frekuensi bencana di kawasan ini dan sedang melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada. Mereka berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan darurat dan mitigasi di masa mendatang.
Krisis ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi lingkungan untuk menciptakan kebijakan yang lebih berkelanjutan. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan kondisi di Kabupaten Bandung dapat lebih baik dan terhindar dari bencana serupa di masa depan.