Trinityordnance.com – Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengingatkan calon jemaah haji untuk berhati-hati dalam memilih layanan keberangkatan, terutama terkait dengan haji furoda dan haji khusus. Hal ini disampaikan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Minggu, 11 Januari 2026.
Dahnil menegaskan bahwa iming-iming keberangkatan haji tanpa antre merupakan indikasi penipuan dan tindakan ilegal. “Tidak ada tawaran haji yang bisa dilakukan tanpa antre. Jika ada yang menjanjikan bahwa Anda bisa membayar hari ini dan berangkat besok, itu tidak mungkin terjadi,” ujarnya. Dia menekankan bahwa seluruh proses haji harus mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk antrean yang merupakan bagian dari mekanisme resmi.
Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan mengenai visa mujamalah, yang merupakan visa haji nonkuota yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Visa ini memberikan kesempatan bagi tokoh-tokoh tertentu untuk berangkat tanpa antre, namun harus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang terdaftar dan berwenang. “Semua jemaah haji perlu mematuhi aturan yang berlaku. Hanya dengan visa mujamalah yang bisa berangkat tanpa antre, dan itu diperoleh melalui proses resmi,” imbuhnya.
Dahnil juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam tawaran yang menyesatkan. “Saya menyerukan kepada publik untuk tidak tergoda dengan klaim naik haji tanpa antre, karena itu adalah penipuan,” tegasnya. Dengan pernyataan ini, Dahnil berharap agar calon jemaah haji lebih waspada dan selalu memverifikasi informasi sebelum memutuskan keberangkatan.