BRICS Terbelah Menjelang Peluncuran Mata Uang Bersama 2026

[original_title]

Trinityordnance.com – Inisiatif mata uang bersama BRICS yang berbasis emas, bernama “Unit”, menghadapi sejumlah tantangan signifikan menjelang rencana peluncurannya secara global. Proyek ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan negara-negara anggota pada dolar AS, tetapi berbagai persoalan fundamental telah muncul, termasuk kesenjangan infrastruktur teknis dan koordinasi kebijakan yang belum optimal antara negara-negara anggota.

Perbedaan pandangan di kalangan anggota BRICS menjadi kendala utama. Contohnya, Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada November 2024 menyampaikan bahwa Rusia tetap akan menggunakan dolar AS. Sementara itu, India mengekspresikan penolakan terhadap mata uang bersama ini karena khawatir akan dampak terhadap hubungan dagangnya dengan Amerika Serikat. Di sisi lain, China, yang menyimpan cadangan emas terbesar dalam blok ini, masih belum memberikan pernyataan resmi mengenai partisipasinya.

Brasil tampak awalnya mendukung inisiatif ini, tetapi belum menunjukkan tindakan nyata untuk mendukungnya. Terdapat juga kekhawatiran terhadap kredibilitas proyek; program percontohan yang diluncurkan pada 31 Oktober 2025 mengalami masalah, termasuk dokumen yang mengandung kesalahan ejaan dan spesifikasi yang tidak lengkap. Selain itu, hingga Desember 2024, bank sentral utama negara-negara BRICS belum memberikan konfirmasi tentang sistem operasional yang akan diterapkan.

Masalah logistik menjadi tantangan besar lainnya, karena untuk menyimpan sekitar 6.000 metrik ton emas yang menjadi dasar aset, diperlukan fasilitas penyimpanan yang aman. Biaya pemeliharaan tahunan diperkirakan mencapai USD579 juta hingga USD965 juta. Rencana implementasi saat ini dinilai belum mencakup kebutuhan logistik dan keamanan yang sangat penting, menambah kompleksitas usaha BRICS dalam meluncurkan mata uang bersama ini.

Baca Juga  LRT Jabodebek Alami Kerusakan, Penumpang Fobia Ketinggian Terancam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *