Trinityordnance.com – Bulan suci Ramadan di Kota Tua Yerusalem menjadi momen yang dipenuhi dengan semarak tradisi kuliner khas. Warga setempat berbondong-bondong membeli berbagai makanan tradisional sebagai persiapan untuk berbuka puasa. Di antara hidangan yang terkenal adalah “Qatayef”, penganan manis yang menjadi favorit di bulan puasa ini.
Kegiatan ini berlangsung pada 22 Februari 2026, di mana banyak pedagang memenuhi pasar dengan aneka kuliner dikhususkan untuk Ramadan. Penganan ini biasanya diisi dengan keju atau kacang dan digoreng hingga garing, lalu disajikan dengan sirup manis. Selain Qatayef, berbagai acar dan kudapan lainnya juga dijajakan, menambah keanekaragaman pilihan bagi warga yang menjalani ibadah puasa.
Sebagaimana diketahui, Ramadan adalah bulan yang sangat penting bagi umat Muslim, di mana mereka menjalankan puasa dari fajar hingga senja. Tradisi berbuka puasa dengan makanan khas menjadi bagian yang dinantikan banyak orang. Dalam suasana hangat kemanusiaan ini, warga tidak hanya sekadar berbuka puasa tetapi juga saling berbagi kebahagiaan melalui kuliner unik yang ada di lingkungan mereka.
Melihat antusiasme masyarakat dalam menyambut Ramadan, dapat disimpulkan bahwa kuliner memiliki peranan penting dalam menjaga tradisi dan memperkuat ikatan sosial di komunitas tersebut. Kegiatan ini bukan hanya terlihat sebagai ajang bisnis, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi antar warga. Dengan demikian, bulan suci Ramadan di Yerusalem tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga keleluasaan menikmati warisan kuliner yang kaya.