Trinityordnance.com – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan bahwa konflik di Iran tidak boleh memberikan keuntungan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam sebuah pernyataan, ia menekankan bahwa perhatian harus tetap tertuju pada dukungan bagi Ukraina, sambil menyatakan kekhawatirannya terkait potensi dampak konflik Timur Tengah terhadap situasi global.
Starmer juga mengungkapkan bahwa lebih dari 92.000 warga negara Inggris telah kembali ke Tanah Air melalui penerbangan komersial maupun penerbangan charter yang disediakan pemerintah. Dia menekankan bahwa upaya untuk mendukung warga Inggris yang berada di Lebanon tetap terus dilakukan.
Dalam hal kesiapan militer, Inggris telah memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut dengan menempatkan ribuan personel di Siprus, serta mengoperasikan tiga skuadron jet tempur dan tim anti-drone untuk mencegat potensi serangan dari Iran. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut.
Starmer juga meninjau upaya diplomatik yang sedang berlangsung, dengan menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri Yvette Cooper tengah berada di kawasan yang terkena dampak. Ia menambahkan telah bertemu dengan Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan berencana untuk bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
Terkait dengan permintaan dari mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk dukungan dalam menjaga Selat Hormuz tetap terbuka, Starmer ditanya mengenai komitmen Inggris untuk langkah tersebut. Jawaban resmi mengenai hal ini diharapkan dapat memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai posisi Inggris dalam menangani isu-isu keamanan maritim global.