Trinityordnance.com – Arus balik kendaraan dari Tasikmalaya menuju Garut dan Bandung pada H+7 Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan yang signifikan. Pada Sabtu, 28 Maret 2026, tercatat sebanyak 11.776 kendaraan meninggalkan Tasikmalaya, menjadikan momen ini sebagai puncak arus balik gelombang kedua. Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan angka tersebut meningkat dibandingkan H+6 Lebaran, yang tercatat sebanyak 10.818 kendaraan pada waktu yang sama.
Peningkatan jumlah kendaraan ini terutama terlihat pada sore hari, di mana arus lalu lintas mampu mencapai lebih dari 1.000 kendaraan per jam. Kendaraan yang melintas di kawasan Lingkar Gentong mayoritas merupakan motor, yang menunjukkan preferensi pemudik dalam menggunakan kendaraan roda dua dibandingkan kendaraan roda empat atau bus.
Secara umum, pola arus balik ini dipengaruhi oleh banyaknya warga yang kembali dari perayaan Lebaran di kampung halaman mereka. Koordinasi antara berbagai lembaga terkait, seperti Dinas Perhubungan, menjadi penting dalam mengantisipasi kepadatan lalu lintas di jalur utama, termasuk implementasi berbagai strategi untuk kelancaran perjalanan.
Situasi ini berlangsung di sepanjang jalan utama yang menghubungkan Tasikmalaya dengan wilayah Bandung dan Garut, dua daerah yang populer sebagai tujuan pemudik. Melihat tren ini, pihak berwenang diharapkan dapat memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan para pelaju, terutama menjelang hari-hari setelah Lebaran, di mana volume kendaraan cenderung tinggi.
Dengan meningkatnya kepadatan lalu lintas, masyarakat diimbau untuk lebih sabar dan waspada selama perjalanan, serta mengikuti arahan dari petugas lalu lintas yang siaga di lapangan.