Pakar IPB: DSI Solusi Perbaikan Tata Kelola Ekspor RI

[original_title]

Trinityordnance.com – Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dipandang sebagai instrumen vital dalam perbaikan tata kelola ekspor Indonesia. Penilaian ini disampaikan oleh Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi IPB University, Prof. Sahara, dalam diskusi daring yang diadakan oleh Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia di Jakarta, Jumat lalu.

Sahara mengungkapkan, DSI berfungsi untuk meningkatkan transparansi dalam transaksi ekspor, penetapan harga, serta hasil ekspor guna mengurangi risiko praktik merugikan seperti under-invoicing dan transfer pricing. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam operasional DSI agar tujuan tersebut dapat terlaksana secara maksimal.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan dalam pidato kenegaraan bahwa DSI dapat berkontribusi menambah pendapatan negara hingga 5 miliar dolar AS hasil dari pengawasan aktivitas ekspor komoditas strategis. Sebagai langkah konkret, DSI akan memperluas cakupan pengawasan ke 50 pelabuhan di 25 provinsi, serta tidak terbatas pada tiga komoditas utama.

Sahara menyoroti bahwa kejelasan implementasi DSI tetap teramat penting bagi semua pemangku kepentingan, untuk memastikan kelancaran alur perdagangan. Namun, ia mempertanyakan apakah DSI hanya akan berfungsi sebagai instrumen atau malah menambah lapisan dalam proses ekspor, yang mungkin mempengaruhi kontrak para pengusaha dengan pembeli luar negeri.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan DSI dapat meningkatkan nilai tukar rupiah dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Inisiatif DSI ini menunjukkan komitmen negara dalam meningkatkan pengawasan dan tata kelola ekspor, yang pada gilirannya berimplikasi positif terhadap perekonomian nasional.

Baca Juga  Konsolidasi Daerah Targetkan Peningkatan Suara Pemilih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *