Barantin Bantu 1.000 Usaha di Sulteng Masuk Pasar Ekspor

[original_title]

Trinityordnance.com – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menargetkan 1.000 pelaku usaha, khususnya UMKM di Sulawesi Tengah, untuk memenuhi standar ekspor. Hal ini sejalan dengan nilai ekspor durian daerah tersebut yang mencatatkan sekitar Rp871 miliar hingga Agustus 2026. Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengungkapkan bahwa kesiapan ekspor tidak hanya bergantung pada potensi komoditas, tetapi juga pada pemenuhan standar kesehatan, keamanan, dan mutu yang ditetapkan negara tujuan.

Karding menekankan pentingnya transformasi pelaku usaha untuk memasuki pasar global. Ia menyatakan bahwa keberhasilan ekspor tidak hanya terletak pada memiliki komoditas yang unggul, tetapi juga pada kemampuan memenuhi persyaratan teknis dan ketertelusuran. Upaya ini dituangkan dalam Deklarasi Perkarantinaan Gerakan 1.000 Pelaku Usaha Ekspor dan Pengusaha UMKM yang diadakan di Sulawesi Tengah pada 28 September 2026.

Pendampingan bagi pelaku usaha menjadi bagian integral dari peran baru Barantin, melengkapi fungsi biosekuriti di pintu masuk dan keluar Indonesia. Data menunjukkan bahwa ekspor durian Sulawesi Tengah ke China mencapai 8.377 ton, dengan nilai sekitar Rp871 miliar. Selain durian, komoditas lain yang telah diekspor termasuk kepiting bakau, kerang darah, dan tuna, menunjukkan keberagaman produk dari Sulawesi Tengah yang telah menembus pasar internasional.

Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta pelaku usaha, diharapkan UMKM di Sulawesi Tengah dapat bersaing di arena global dengan produk yang memenuhi standar ekspor internasional.

Baca Juga  Panduan Cara Daftar Sound Check BTS Arirang Goyang 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *