Trinityordnance.com – Perusahaan otomotif asal Indonesia, Alva, telah melakukan investasi lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pengembangan ekosistem motor listrik terintegrasi. Investasi tersebut mencakup aspek produksi, infrastruktur pengisian daya, hingga layanan purnajual, yang semua diperlukan guna mendukung transisi menuju kendaraan listrik.
Chief Marketing Officer Alva, Putu Swaditya Yudha, menekankan pentingnya kesiapan ekosistem secara menyeluruh dalam menghadapi peralihan ini. Dia menyatakan bahwa upaya Alva tidak hanya terfokus pada produk motor listrik, tetapi juga termasuk manufaktur, teknologi, dan model kepemilikan yang memberikan rasa aman kepada konsumen.
Investasi yang telah dilakukan Alva terlihat dari pengembangan riset dan teknologi berbasis lokal serta perluasan jaringan Alva Experience Center (AEC), yang kini tersedia di 10 lokasi di Indonesia. Pabrik Alva di Cikarang telah meraih sertifikasi ISO 9001:2015 untuk manajemen kualitas dan ISO 14001:2015 untuk manajemen lingkungan, serta sertifikasi dari Kementerian Perindustrian.
Dari fasilitas produksi tersebut, Alva telah meluncurkan beberapa model motor listrik, termasuk Alva One, Alva Cervo, dan Alva N3 Next Gen. Model-model ini mampu menempuh jarak hingga 140 kilometer dalam sekali pengisian daya dengan kecepatan maksimum 80 km per jam. Fitur keselamatan seperti Hill Start Assist juga diintegrasikan untuk memberikan keamanan berkendara.
Dalam hal infrastruktur, Alva telah memperluas jaringan Boost Charge Station menjadi lebih dari 350 konektor, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Jaringan ini dilengkapi layanan bantuan darurat dan dukungan pelanggan selama 24 jam.
Peningkatan infrastruktur berdampak langsung pada penjualan motor listrik Alva, yang mencapai 4.508 unit pada tahun 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik di Indonesia, yang semakin berkembang pesat.