Trinityordnance.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan bahwa angkutan logistik dan transportasi umum masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi untuk mengurangi dampak dari kenaikan harga Pertamax. Dalam pernyataan yang disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk meminimalisir efek domino yang mungkin ditimbulkan oleh lonjakan harga BBM nonsubsidi.
Anggia menekankan bahwa dengan tetap menggunakan BBM bersubsidi, dampak dari kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Green dapat diminimalisir, terutama bagi transportasi publik dan angkutan logistik. Menurutnya, jika tidak mengambil kesempatan dalam situasi sulit ini, dampak dari kenaikan harga dapat dikendalikan.
Kenaikan harga Pertamax diperkirakan akan memengaruhi berbagai sektor usaha, termasuk industri logistik, transportasi, dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki mobilitas tinggi. Sekretaris Jenderal Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Anggawira memberikan peringatan bahwa peningkatan biaya operasional akan terasa langsung di sektor-sektor tersebut.
Sebagai respons, HIPMI mendorong pemerintah untuk mengambil langkah mitigasi guna memperkuat daya saing dunia usaha. Anggawira merekomendasikan beberapa inisiatif, termasuk penguatan efisiensi rantai logistik, percepatan pembangunan infrastruktur energi dan transportasi, serta pemberian insentif bagi sektor produktif yang terdampak secara signifikan, khususnya untuk industri padat karya dan UMKM.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu dunia usaha menghadapi tantangan yang muncul akibat kenaikan harga BBM yang tak terhindarkan ini.