IHSG Berisiko Volatil Saat Pasar Cermati Keputusan FOMC

[original_title]

Trinityordnance.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi mengalami pergerakan volatil di tengah menantinya hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Pada Selasa, IHSG dibuka melemah 10,58 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.175,20, sementara Indeks LQ45 juga mengalami penurunan sebesar 2,03 poin atau 0,33 persen ke level 610,53.

Pakar pasar dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyatakan bahwa jika tekanan jual berlanjut, IHSG berpotensi menguji area support di 6.159 hingga 6.144, kemudian di 6.130 dan 6.119. Jika indeks menembus level tersebut, koreksi bisa berlanjut hingga 5.931. Namun, apabila IHSG dapat rebound, perlu menembus level resistance di 6.219–6.315 untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut.

Dari luar negeri, pelaku pasar sangat menantikan hasil pertemuan FOMC yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, di mana konsensus menyatakan kemungkinan suku bunga acuan akan dipertahankan seiring dengan menurunnya inflasi dan harga minyak mentah. Liza juga menambahkan bahwa pernyataan dari Ketua The Fed, Kevin Warsh, akan dilihat sebagai petunjuk mengenai kebijakan moneter di sisa tahun ini.

Meskipun sentimen pasar dipengaruhi oleh penurunan harga minyak, investor tetap cermat setelah laporan menyebutkan bahwa China mulai memproduksi mesin litografi DUV secara massal, yang memicu kekhawatiran baru di sektor semikonduktor. Proses transisi di Bank Indonesia yang dipimpin oleh Destry Damayanti juga menarik perhatian pelaku pasar, menambah kompleksitas kondisi ekonomi global.

Kondisi ini membuat para investor masih menjaga kewaspadaan terhadap risiko, terutama di tengah ketegangan geopolitik dan perubahan dalam kebijakan moneter domestik dan internasional.

Baca Juga  Kripto Global Diprediksi Dalam Fase Konsolidasi Hingga 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *