IHSG Menguat Sementara Investor Amati Sentimen Global dan Domestik

[original_title]

Trinityordnance.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat mengalami penguatan, sejalan dengan perhatian pelaku pasar terhadap berbagai sentimen global dan domestik. IHSG dibuka dengan peningkatan 8,67 poin atau 0,14 persen, mencapai level 6.352,38. Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga menunjukkan kenaikan sebesar 1,63 poin atau 0,26 persen menjadi 632,49.

Menurut Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset di Kiwoom Sekuritas Indonesia, selama IHSG tetap berada di atas kisaran 6.320-6.330, ada potensi bagi indeks untuk melanjutkan penguatan menuju level 6.377 hingga 6.420. Namun, jika terjadi tekanan jual yang berlanjut hingga menembus area uptrend, IHSG berisiko mengalami koreksi.

Dari luar negeri, pelaku pasar tampak berhati-hati menjelang rilis data nonfarm payrolls (NFP) AS yang dijadwalkan pada hari yang sama, yang akan berpengaruh terhadap kebijakan The Fed. Data tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan pasar obligasi dan ekspektasi suku bunga, terutama di tengah meningkatnya tekanan inflasi.

Ketegangan geopolitik juga meningkat terkait laporan Iran yang mempertimbangkan pembatasan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Situasi ini turut berdampak pada kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Di dalam negeri, pemerintah Indonesia mengumumkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Stimulus tersebut mencakup berbagai sektor, termasuk bantuan sosial dan insentif transportasi. Sementara itu, rasio pajak negara mengalami peningkatan menjadi 9,32 persen pada semester I-2026, meski beberapa pengamat menyatakan tantangan dalam mencapai target APBN 2026.

Bursa saham Eropa menunjukkan penguatan di hampir seluruh indeks, sementara di Wall Street AS terlihat pelemahan. Bursa saham regional Asia juga mengalami variasi dengan beberapa indeks mengalami penurunan.

Baca Juga  Sandra Dewi Menolak Penyitaan Aset, Pakar Sarankan Lepas Saja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *