Trinityordnance.com – Hilirisasi bauksit yang dilakukan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah terbukti meningkatkan nilai tambah dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian negara. Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum, Arif Haendra, menyatakan bahwa pengolahan bauksit menjadi alumina dan selanjutnya menjadi aluminium dapat meningkatkan harga dari 40 dolar AS per ton bauksit menjadi sekitar 3.200–3.500 dolar AS per ton aluminium, mencapai total peningkatan nilai hingga 70 kali lipat.
Arif menjelaskan bahwa biaya pengolahan bauksit menjadi alumina berkisar antara 250 hingga 300 dolar AS per ton, sedangkan harga alumina diprediksi sekitar 400 dolar AS per ton. Hal ini menciptakan selisih keuntungan yang signifikan sebelum mempertimbangkan biaya lainnya. Selain itu, hilirisasi memberikan kontribusi pada penerimaan pajak, penciptaan lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi di lokasi industri.
Di Mempawah, Kalimantan Barat, misalnya, pengembangan industri pengolahan alumina telah menciptakan proyek yang diproyeksikan membuka 130.000 lapangan kerja baru. Selain memfasilitasi pertumbuhan pelabuhan, kegiatan ekonomi masyarakat di sekitarnya juga turut meningkat.
Lebih lanjut, Arif menekankan perlunya pengembangan industri hilir agar bisa menghasilkan produk-produk aluminium dengan spesifikasi yang beragam, seperti bahan baku untuk kabel listrik, komponen otomotif, dan material baterai kendaraan listrik. Upaya ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan industri di Indonesia.