Trinityordnance.com – Kebakaran hutan yang melanda Spanyol, khususnya di wilayah Madrid, telah memaksa pemerintah mendeklarasikan darurat nasional. Bencana ini dipicu oleh tiga titik api besar yang menyatu, mengakibatkan evakuasi sekitar 30.000 orang dari rumah mereka. Presiden Wilayah Madrid, Isabel Díaz Ayuso, menyebut peristiwa ini sebagai yang terburuk dalam sejarah, akibat kombinasi suhu ekstrem, angin kencang, dan penggabungan sejumlah kebakaran.
Kepala Manajemen Darurat Madrid, Carlos Novillo, menyatakan bahwa situasi saat ini melampaui kemampuan petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan. Dengan kondisi api yang sulit dijinakkan langsung, fokus kini beralih ke langkah-langkah defensif. Unit Darurat Militer juga dikerahkan untuk mengendalikan laju api, terutama di sekitar El Escorial. Otoritas setempat juga terus memantau kebakaran lain di Burgohondo, Provinsi Ávila, yang terancam bergabung dengan api di Madrid.
Di sisi lain, Prancis mengalami keadaan serupa dengan lebih dari 110.000 orang dievakuasi dari Gironde dan Landes. Presiden Emmanuel Macron berupaya mengerahkan militer untuk membantu menangani kebakaran yang mengancam kota Bordeaux. Kebakaran di Gironde, yang dikenal sebagai “api XXL,” telah menghancurkan lebih dari 80 rumah dan memaksa ratusan orang melarikan diri menggunakan kapal.
Para ahli memperingatkan bahwa perubahan iklim berkontribusi terhadap kondisi kebakaran yang parah di Eropa. Dalam upaya mengatasi krisis ini, Uni Eropa mengaktifkan mekanisme perlindungan sipil dan mengirim bantuan helikopter dari Ceko dan Slowakia untuk mendukung perang melawan kebakaran hutan yang kian meluas.