Trinityordnance.com – Makan berlebihan saat Lebaran dapat berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Menurut Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, Guru Besar Departemen Gizi Universitas Indonesia, momen Lebaran sering kali menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk “membalas” keinginan makan setelah satu bulan berpuasa. Namun, tanpa disadari, porsi makanan yang dikonsumsi sering kali meningkat signifikan, terutama dengan adanya hidangan tinggi lemak, gula, dan kalori.
Dalam keterangannya, Prof. Sandra menekankan bahwa kebiasaan ini, jika tidak dikendalikan, dapat membebani sistem pencernaan. Makanan dengan kandungan lemak dan santan yang tinggi dapat menimbulkan keluhan seperti perut kembung, mual, sakit perut, diare, hingga sembelit. Hal ini berpotensi menyulitkan proses pencernaan dan mempengaruhi kesejahteraan setelah perayaan.
Berdasarkan analisis ahli gizi tersebut, banyak orang sering merasa terjebak dalam keinginan untuk menikmati ragam hidangan saat Lebaran. Meskipun hal itu dapat dimaklumi, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan ukuran porsi agar tidak mengalami dampak negatif bagi kesehatan.
Prof. Sandra juga mengingatkan bahwa konsumsi berlebihan terhadap kue kering dan minuman manis dapat menyebabkan lonjakan gula darah, yang berisiko berbahaya bagi individu yang menderita diabetes atau memiliki predisposisi terhadap kondisi tersebut. Mengingat kesehatan adalah prioritas, Dr. Sandra mengajak semua orang untuk bijak memilih makanan dan mengontrol porsi selama perayaan.
Dengan pendekatan yang lebih hati-hati, diharapkan masyarakat dapat menikmati Lebaran tanpa mengalami gangguan kesehatan yang tidak diinginkan.