Misi Dagang Jatim ke Arab Saudi Raih Potensi Transaksi Rp6,7 Triliun

[original_title]

Trinityordnance.com – Misi dagang dan investasi antara Jawa Timur dan Arab Saudi berhasil mencatatkan potensi transaksi mencapai Rp6,7 triliun dalam forum bisnis yang berlangsung di Jeddah pada Kamis, 24 September 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan bahwa angka tersebut mencerminkan keterbukaan kerjasama yang luas antara pelaku usaha dari kedua wilayah.

Selama forum, dilakukan berbagai aktivitas seperti business matching secara daring dan pertemuan satu lawan satu, yang berkontribusi terhadap pencapaian nilai transaksi tersebut. Khofifah menekankan pentingnya menindaklanjuti komitmen bisnis yang telah terbentuk, dengan fokus pada pengadaan produk dan kepastian dalam perdagangan yang berlaku di masing-masing negara.

Forum ini menjadi platform bagi pelaku usaha untuk mendiskusikan produk unggulan, industri halal, serta kebutuhan yang berkaitan dengan ibadah haji dan umrah. Di antara produk yang ditawarkan terdapat briket, suku cadang kendaraan, produk olahan pangan, serta fesyen berbasis wastra dan bordir yang dinilai memiliki potensi besar untuk pasar Timur Tengah.

Khofifah juga menyoroti kesiapan Jawa Timur dalam memenuhi kebutuhan logistik untuk ibadah haji dan umrah melalui sumber daya industri dan konektivitas yang tersedia, termasuk 13 kawasan industri dan 37 pelabuhan. Penguatan kerja sama ini didukung oleh ekosistem halal di Jawa Timur, yang mencakup Halal Industrial Park dan sejumlah lembaga yang berperan dalam sertifikasi halal.

Dalam periode Januari hingga Juni 2026, ekspor Jawa Timur ke Arab Saudi tercatat mencapai 24,28 juta dolar AS, dengan surplus perdagangan sebesar 50,40 juta dolar AS. Misi ini dihadiri oleh sekitar 50 perusahaan dari Arab Saudi, menciptakan peluang baru untuk kerja sama di masa mendatang.

Baca Juga  Pemerintah Setujui Pendirian Direktorat Jenderal Pesantren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *