Perusahaan Minyak AS Raup Laba Rp453 Triliun Selama Konflik

[original_title]

Trinityordnance.com – Perusahaan-perusahaan minyak besar asal Amerika Serikat, ExxonMobil dan Chevron, mencatatkan keuntungan yang sangat besar di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat Perang Iran yang berkepanjangan. Laporan keuangan yang dirilis pada Jumat lalu menunjukkan bahwa kedua raksasa ini berhasil meraup laba bersih gabungan sebesar USD25,3 miliar atau sekitar Rp453,4 triliun dalam kurun waktu tiga bulan yang berakhir pada September 2026.

Fenomena keuntungan besar ini terjadi bersamaan dengan kampanye politik Presiden AS, Donald Trump, menjelang Pemilu Sela yang dijadwalkan pada 3 November. Dalam kampanye tersebut, Trump secara terbuka mengklaim keberhasilan industri energi di negara tersebut, meskipun banyak masyarakat merasa tertekan oleh harga energi yang terus meroket. Harga minyak dunia saat ini tercatat berada di atas USD100 per barel, dengan harga diesel mencapai rekor tertinggi, menyebabkan kekhawatiran di kalangan pengemudi.

Trump, dalam sebuah pidato di hadapan para pendukungnya, mengakui bahwa dia tidak peduli jika pernyataannya dianggap bermasalah. “Perusahaan minyak kita sedang menghasilkan kekayaan gila-gilaan,” ujarnya dengan nada percaya diri, menanggapi kritik terhadap kebijakan energi pemerintahnya.

Keuntungan luar biasa ini tentunya memperlihatkan ketidakcocokan antara profitabilitas industri minyak dengan kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat luas. Sementara banyak orang di AS dan dunia berjuang dengan biaya hidup yang meningkat, raksasa minyak justru sedang dalam fase pertumbuhan yang luar biasa, mempertegas dinamika pasar energi yang kompleks dalam konteks politik global saat ini.

Baca Juga  Bluebird Raih Pendapatan Rp2,97 Triliun di Semester I 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *