Trinityordnance.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) meluncurkan ekspansi lahan tebu di luar Pulau Jawa, terutama di Sulawesi, sebagai langkah untuk mendukung swasembada gula nasional. Langkah ini sejalan dengan program prioritas pemerintah yang dipimpin oleh Kementerian Pertanian.
Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, mengungkapkan dalam pertemuan dengan media di Jakarta bahwa mereka meningkatkan luas area lahan tebu di kedua pulau tersebut. Saat ini, PTPN I mengelola sekitar 60 ribu hektare lahan melalui kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang menjadi pengelola utama bisnis gula.
Strategi utama yang diterapkan adalah ekstensifikasi, yaitu memperluas areal tanam agar pasokan bahan baku gula domestik semakin kuat. Pengembangan lahan dilakukan di Kabupaten Bone dan Takalar, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki potensi untuk pertumbuhan perkebunan tebu. Di Pulau Jawa, fokus ekspansi terletak di Jawa Timur, serta beberapa wilayah di Jawa Tengah dan Barat.
Meskipun menghadapi tantangan di Sumatra karena persaingan dengan komoditas kelapa sawit, Aris menegaskan bahwa penambahan luas lahan tebu terus dilakukan. Proses pengembangan ini bersifat dinamis dan akan disesuaikan berdasarkan lokasi potensial yang diidentifikasi.
PTPN I juga meningkatkan produktivitas tebu melalui penggunaan varietas unggul serta kolaborasi dengan PT Pupuk Indonesia untuk memastikan ketersediaan pupuk yang tepat waktu. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan rendemen gula dan menguntungkan petani tebu. Selain memperluas lahan, perusahaan mengimplementasikan program peremajaan tebu di Jawa Timur untuk meningkatkan hasil panen.
Dengan strategi yang komprehensif ini, PTPN I berkomitmen untuk mencapai target swasembada gula nasional pada 2027, bahkan berharap Indonesia dapat kembali menjadi eksportir gula dunia di masa depan.