Revitalisasi 71.744 Sekolah, Fokus Utama untuk yang Rusak Berat

[original_title]

Trinityordnance.com – Revitalisasi sekolah pada tahun 2026 menjadi prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terutama bagi lembaga pendidikan yang mengalami kerusakan berat. Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, fokus pemulihan ini juga mencakup sekolah yang terdampak bencana dan yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T).

Kementerian mencatat ada 71.744 sekolah yang termasuk dalam program revitalisasi tahun ini, menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperbaiki kondisi infrastruktur pendidikan. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semua anak, terutama yang berada di daerah sulit, mendapatkan akses yang layak terhadap pendidikan yang berkualitas.

Abdul Mu’ti menyampaikan informasi tersebut dalam kunjungannya ke SD Negeri 15 Dangin Puri, Denpasar, Bali, pada Jumat, 2 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, Menteri juga menegaskan pentingnya jalur afirmasi yang disiapkan untuk sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akibat kondisi darurat.

Dengan adanya program ini, diharapkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia dapat ditingkatkan, terutama di daerah yang selama ini terabaikan. Revitalisasi sekolah diharapkan dapat mendorong terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik dan aman bagi siswa. Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi kunci dalam menciptakan pengalaman belajar yang efektif. Upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan, terutama di wilayah-wilayah yang membutuhkan intervensi lebih.

Baca Juga  Korban KM Virgo Transport 8 Ditemukan, 64 Orang Masih Hilang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *