Trinityordnance.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sedang menjajaki peluang kerja sama dalam impor produk susu dari Belarus untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Pertemuan ini berlangsung dengan Deputi Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, di Jakarta, Selasa, sebagai bagian dari Indonesia-Belarus Business Forum.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara tidak hanya membahas produk susu, tetapi juga potensi kolaborasi di sektor pertanian. Airlangga menjelaskan bahwa Belarus menunjukkan kesediaan untuk berbagi teknologi modern terkait mekanisasi pertanian, termasuk pengembangan alat panen dan transportasi. Penyampaian pengalaman ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi pertanian di Indonesia.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian dalam pembahasan ini, dengan rencana pertukaran pengetahuan dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta industri farmasi. Airlangga menekankan pentingnya kerja sama yang memberi manfaat nyata, baik melalui investasi bersama maupun pengembangan proyek strategis.
Lebih lanjut, kedua negara membahas peluang kerja sama di industri dengan fokus pada investasi dan fasilitas produksi lokal. Beberapa perusahaan besar Belarus, seperti MAZ dan BelAZ, diharapkan dapat memperluas jangkauan kerja sama, khususnya di bidang kendaraan industri berat dan mesin pertanian.
Selain itu, pemerintah Indonesia dan Belarus juga menyoroti implementasi perjanjian perdagangan bebas dengan Eurasian Economic Union (EAEU) yang diharapkan dapat memperluas akses pasar. Nilai perdagangan bilateral Indonesia dengan EAEU mencapai sekitar 5,3 miliar dolar AS, sedangkan perdagangan dengan Belarus berada di angka 221 juta dolar AS, menunjukkan adanya potensi besar untuk peningkatan hubungan perdagangan.
Di bidang pendidikan, kedua pihak sepakat untuk menjajaki program mobilitas mahasiswa, dengan rencana awal sekitar 100-200 mahasiswa per tahun untuk pendidikan dan riset bersama, menandai langkah positif bagi kerjasama di sektor ini.