17 March 2026 – Stok bbm esdm dipastikan tetap aman menjelang arus mudik dan libur Lebaran 2026. Pemerintah menegaskan cadangan bahan bakar minyak nasional masih berada di atas ambang minimum, sehingga distribusi energi di berbagai daerah dinilai cukup untuk mengantisipasi kenaikan kebutuhan masyarakat.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung menyatakan ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 27 sampai 28 hari. Angka itu lebih tinggi dari batas minimum cadangan yang diatur, yakni sekitar 21 hari. Pernyataan tersebut disampaikan saat peninjauan kesiapan pasokan energi di wilayah Bandung, Jawa Barat.
Selain BBM, pemerintah juga menyoroti kesiapan LPG selama periode Ramadan dan Idulfitri. Kementerian ESDM menilai pasokan kedua komoditas energi itu dalam kondisi cukup, seiring pemantauan langsung di sejumlah titik distribusi dan fasilitas penyimpanan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi pada masa puncak perjalanan libur panjang.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa stok BBM dan LPG menjelang Idulfitri berada dalam kondisi aman. Dalam pemaparannya, cadangan untuk sejumlah jenis BBM disebut masih di atas standar minimum, termasuk untuk RON 90, RON 92, dan RON 98.
Dari sisi operator, PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga turut menyatakan kesiapan menjaga kelancaran pasokan energi. Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut penumpukan stok sudah dilakukan sejak awal untuk menghadapi lonjakan konsumsi selama Ramadan dan arus balik Lebaran. Dengan kondisi tersebut, pemerintah meminta masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan.