Geely Utamakan Metanol, Mobil Listrik Dikenal Terlalu Berat

[original_title]

Trinityordnance.com – Geely, merek otomotif terkemuka asal China, semakin berkomitmen untuk mengembangkan metanol sebagai sumber energi alternatif, bersamaan dengan kendaraan listrik berbasis baterai lithium. Ketua Geely, Li Shufu, mengungkapkan dalam laporan terbaru bahwa kendaraan listrik berbasis baterai bisa dua kali lebih berat dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar metanol dalam ukuran yang sama.

Pernyataan ini muncul di tengah kebijakan pemerintah China yang mendukung transisi menuju energi hijau, termasuk infrastruktur untuk pengisian daya dan penggunaan bahan bakar alternatif. Pada Oktober 2024, enam lembaga pemerintah di China juga akan merilis panduan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan, dengan fokus pada metanol, hidrogen, serta energi angin dan surya.

Li menekankan bahwa metanol memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan baterai lithium-ion. Hal ini membuat kendaraan berbahan bakar metanol mampu membawa beban yang setara dengan hanya setengah dari berat kendaraan listrik. Meski penggunaan kendaraan listrik terus meluas, Li menilai faktor berat kendaraan masih membuka peluang untuk solusi alternatif, terutama dalam sektor transportasi berat.

Geely sudah berpengalaman dalam teknologi kendaraan metanol selama lebih dari dua dekade, dan telah meluncurkan program uji coba kendaraan metanol sejak 2012. Saat ini, sekitar 39 kota di 20 provinsi di China telah menerapkan lebih dari 80 kebijakan mendukung kendaraan berbahan bakar metanol.

Selain itu, Geely juga sedang mengintegrasikan metanol ke dalam kendaraan komersial dan balap, menunjukkan potensi metanol sebagai solusi efisien dan ramah lingkungan, terutama dalam pengurangan emisi karbon dan biaya operasional yang lebih rendah.

Baca Juga  Misi Dagang Jatim-Sulteng Raih Transaksi Sebesar Rp1,54 Triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *