Ekonom: Bursa Mineral Ciptakan Mekanisme Harga Berbasis Kepercayaan

[original_title]

Trinityordnance.com – Pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di Indonesia diharapkan dapat mengubah posisi pasar dari ‘price takers’ menjadi ‘price makers’. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, yang menilai bahwa bursa tersebut akan mampu menciptakan mekanisme harga yang lebih berdaya saing melalui kedalaman dan kepercayaan pasar.

Bhima menjelaskan, keberadaan bursa akan memfasilitasi ekosistem pasar yang lebih transparan dan kredibel, sehingga harga mineral tidak hanya ditentukan oleh kesepakatan bilateral antara produsen dan pembeli. “Pembentukan harga mineral yang tinggi akan lebih memungkinkan jika bursa berfungsi sebagai pengatur pasar,” ungkapnya.

Aspek transparansi juga dinilai penting agar bursa dapat menjamin kepastian pasokan bahan baku untuk industri hilirisasi. Ia menegaskan, bursa perlu memberikan kejelasan mengenai lokasi tambang dan mencegah produk dari tambang ilegal masuk ke pasar. Selain itu, Bhima menekankan perlunya standar lingkungan yang lebih baik untuk meningkatkan kredibilitas bursa dalam menghadapi tuntutan pasar global yang semakin ketat terhadap keberlanjutan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan target untuk memulai operasional Bursa Mineral dan Komoditas Strategis pada 1 Januari 2027. Dalam penyampaian pemerintah terkait Rencana Anggaran Tahun 2027, ia meminta agar Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera membahas dan menerbitkan ketentuan penyelenggaraan bursa tersebut.

Pembentukan bursa ini, menurut Presiden, merupakan bagian dari kebijakan ekspor satu pintu yang sedang dijalankan pemerintah. Dukungan DPR sangat diharapkan untuk merealisasikan rencana ini dalam waktu dekat.

Baca Juga  NU Care-LAZISNU Berikan Bantuan Rp10 Miliar untuk Gaza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *