Trinityordnance.com – Pariwisata di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami penutupan sementara pada beberapa destinasi unggulan setelah terjadinya gempa bumi bermagnitudo 7,7. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan para wisatawan.
Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, penutupan ini menyasar objek wisata yang memerlukan pemeriksaan dan pemulihan infrastruktur. Beberapa tempat yang masih ditutup antara lain Goa Rangko di Kabupaten Manggarai Barat, Kampung Adat Wae Rebo di Manggarai, serta Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende.
Berton menambahkan bahwa pihak otoritas pariwisata akan memberikan informasi terkini mengenai pembukaan kembali objek wisata setelah verifikasi keamanan selesai dilakukan. Meskipun terdapat penutupan, aktivitas wisata di Taman Nasional Komodo dan sekitarnya dilaporkan berjalan normal dan dapat diakses oleh wisatawan.
Adapun, hasil pendataan BNPB menunjukkan bahwa terdapat delapan objek wisata yang mengalami kerusakan ringan, namun infrastruktur akomodasi juga terganggu. Tercatat dua hotel dan tiga pondok mengalami kerusakan berat, serta 10 hotel dan lima pondok mengalami kerusakan ringan.
Selanjutnya, BNPB melaporkan bahwa lebih dari 5.000 orang telah mengungsi akibat gempa, dengan laporan mengenai kerusakan pada 914 rumah, serta puluhan fasilitas publik yang terkena dampak. Hingga tanggal 17 Agustus, jumlah korban meninggal dilaporkan mencapai 68 orang.
Prioritas utama kini adalah memastikan keselamatan seluruh wisatawan dan kelayakan infrastruktur pariwisata, kata Berton.