Trinityordnance.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) kini akan dilibatkan dalam pengambilan keputusan di Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) BPI, Danantara Rosan Roeslani, mengungkapkan pentingnya kehadiran Danantara untuk memberi dampak yang lebih luas pada perekonomian dan dunia usaha.
Rosan menekankan bahwa partisipasi Danantara bertujuan untuk memastikan bahwa kebijakan yang ditetapkan oleh KKSK tidak hanya berfokus pada aspek fiskal dan moneter, melainkan juga pada efeknya terhadap keseluruhan ekosistem ekonomi. Arahan ini diambil setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas yang melibatkan pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Dalam pernyataannya, Rosan menyatakan bahwa Danantara akan diminta menghadiri setiap pertemuan tim ekonomi pemerintah ke depan. “Iya, tadi arahannya sih begitu,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI, yang mengundurkan diri setelah menjabat selama hampir tujuh tahun. Keputusan ini dikatakan berdasarkan alasan pribadi dan diumumkan secara sukarela. Pengisian jabatan Gubernur BI definitif akan mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Rosan menegaskan bahwa Danantara tidak akan mengajukan nama untuk diangkat menjadi Gubernur BI definitif, karena itu merupakan prerogatif Presiden. Pengumuman ini menggambarkan langkah pemerintah dalam menyesuaikan kebijakan keuangan di tengah perubahan penting dalam kepemimpinan Bank Indonesia.