Ekonomi Kemarin: Isu BPJS dan Demutualisasi BEI

[original_title]

Trinityordnance.com – Berita mengenai isu ekonomi Indonesia kembali mencuri perhatian, dengan sejumlah perkembangan signifikan yang meliputi reaktivasi BPJS hingga demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi komitmennya untuk mencairkan anggaran sebesar Rp15 miliar, mengikuti usulan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin guna mendukung reaktivasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara otomatis. Hal itu disampaikan Purbaya usai melakukan Rapat Bersama Pimpinan DPR RI di Jakarta, menjelaskan bahwa anggaran kesehatan cukup memadai untuk mendukung inisiatif tersebut.

Di sisi lain, harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai stasiun pengisian, termasuk Pertamina, Shell, bp, dan Vivo, mengalami penurunan yang signifikan pada Februari 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Informasi ini diperoleh dari data resmi Pertamina, yang menunjukkan bahwa harga Pertamax Series serta Pertamina Dex Series telah turun.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun peraturan presiden (perpres) untuk menghapus piutang serta denda iuran BPJS bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas 3. Langkah ini diperkenalkan oleh Menteri Keuangan Purbaya sebagai upaya untuk meringankan beban masyarakat.

Dalam perkembangan lain, Thomas Djiwandono telah resmi dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Presiden Prabowo Subianto memberikan pesan agar Djiwandono fokus pada kepentingan rakyat dalam menjalankan tugasnya.

Di sektor pasar modal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) untuk melanjutkan proses demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI), yang akan menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi pasar modal di Indonesia.

Baca Juga  Penerbitan PP Dinilai Tidak Menyelesaikan Masalah Perpol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *