Trinityordnance.com – Atlet panjat tebing Indonesia meraih prestasi gemilang dengan mengamankan medali emas pada nomor speed relay campuran di kompetisi World Climbing Series yang berlangsung di Guiyang, Tiongkok, pada Sabtu (12/9). Ini menambah koleksi emas Indonesia setelah sebelumnya sukses di nomor speed perorangan putra.
Tim Indonesia 1, yang terdiri dari Raharjati Nursamsa dan Rajiah Sallsabillah, menjadi wakil yang menonjol dengan mencatat waktu impresif 11,35 detik, jauh mengungguli tim tuan rumah, Tiongkok 2, yang harus puas dengan medali perak dengan catatan waktu 14,85 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Amerika Serikat 1.
Raharjati, sebagai pemanjat pertama, memberikan keunggulan awal dalam partai final. Rajiah kemudian menyelesaikan pertandingan dengan baik, mempertegas dominasi mereka. Di sisi lain, tim Indonesia 2, yang diperkuat oleh Antasyafi Robby Al Hilmi dan Kadek Adi Asih, harus tersingkir di babak perempat final setelah kalah tipis dari Amerika Serikat 1.
Raharjati dan Rajiah mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini. Mereka menegaskan bahwa konsistensi dalam latihan menjadi kunci utama keberhasilan ini. “Saya sangat bahagia dan bersyukur bisa mendapatkan medali emas,” kata Raharjati. Rajiah juga menunjukkan kepuasan, mengingat hasil ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan dengan penampilan mereka pada seri sebelumnya di Krakow.
Head Coach Timnas Panjat Tebing Indonesia, Galar Pandu Asmoro, menyatakan bahwa pencapaian ini sesuai dengan target yang ditetapkan federasi. Setelah sukses di Guiyang, tim Indonesia dijadwalkan kembali bertanding di World Climbing Series berikutnya di Chongqing, Tiongkok, dengan harapan meraih medali emas lagi.