Trinityordnance.com – Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengambil langkah tegas untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar apel kesiapan pada Selasa (4/8) di halaman Pendapa Kabupaten Klaten. Apel yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah dan keamanan ini dipimpin oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, dan bertujuan untuk memastikan kesiapan personel serta peralatan dalam penanganan karhutla.
Kegiatan ini melibatkan partisipasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Dinas Perhubungan, Satpol PP, kepolisian, dan Kodim 0723/Klaten. Bupati Hamenang menekankan bahwa apel tersebut bukan sekadar acara seremonial, melainkan simbol nyata komitmen bersama untuk menghadapi ancaman karhutla yang dapat terjadi kapan saja.
Dalam penjelasannya, Hamenang menyoroti bahwa perubahan iklim yang ekstrem pada musim kemarau telah meningkatkan suhu udara, sehingga risiko kebakaran semakin tinggi. Ia mengingatkan bahwa dampak dari karhutla meliputi kerusakan vegetasi, gangguan kesehatan akibat kabut asap, dan kerugian ekonomi.
Bupati juga menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan setiap pihak dalam menghadapi risiko ini. Penanganan potensi karhutla harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari pencegahan hingga pemulihan pascakebakaran. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang dapat menimbulkan dampak luas dan berbahaya.
Sebagai penutup, Hamenang berharap dengan adanya sinergi dan koordinasi antar unsur, ancaman kebakaran dapat diatasi dengan cepat dan efektif, serta melindungi lingkungan serta masyarakat Klaten dari potensi kebakaran yang merusak.