Trinityordnance.com – Atlet tidak hanya diharapkan meraih prestasi di arena, tetapi juga harus mempersiapkan masa depan setelah masa kompetitif berakhir. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bekerja sama dengan PPM School of Management menyelenggarakan webinar nasional berjudul “Membangun Entrepreneurial Mindset Atlet dan Pelatih Cabang Olahraga” pada 16 September 2026. Kegiatan ini diikuti hampir seribu partisipan, termasuk atlet, pelatih, dan pengurus olahraga dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap atlet, baik dalam mencapai prestasi maupun dalam siap menghadapi dunia pasca-olahraga. Ia menyatakan bahwa fokus pembinaan harus meluas, mencakup kemampuan mengenali peluang dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan.
Assoc. Prof. Dr. Aprihatiningrum Hidayati dari PPM School of Management menjelaskan bahwa atlet sudah memiliki banyak modal penting untuk berwirausaha, seperti disiplin dan kemampuan bekerja dalam tim. Namun, untuk mengubah modal tersebut menjadi nilai ekonomi, mereka perlu menambah keterampilan bisnis. Dr. Apri mengingatkan bahwa persiapan kewirausahaan tidak perlu menunggu hingga atlet menggantungkan sepatu; mereka dapat memulai usaha kecil sesuai dengan jadwal latihan.
Dalam konteks ini, entrepreneurial mindset didefinisikan lebih dari sekadar aktivitas dagang, tetapi juga sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan menawarkan solusi. Dr. Apri menyatakan pentingnya mematahkan mitos seputar kewirausahaan, termasuk anggapan bahwa pengusaha harus muda atau bergantung pada keberuntungan.
Webinar ini bertujuan membantu atlet dan pelatih menerjemahkan pengalaman olahraga menjadi rencana bisnis konkret, di mana pendidikan bisnis berperan penting dalam melengkapi kemampuan mereka. Dengan pendekatan yang strategis, atlet dapat memperluas pilihan karier dan memanfaatkan pengalaman mereka sebagai modal di dunia kewirausahaan.